Upwelling-downwelling Part 1


Laut merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Oleh karenanya, fenomena yang terjadi di dalamnya pun sangat banyak. Laut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor lingkungan, cuaca, iklim dan unsur-unsur pembentuknya.

Upwelling merupakan sebuah fenomena alam yang serung terjadi di laut. Upwelling dapat dikatakan sebagai proses naiknya massa air laut yang berada di bawah (dasar) ke atas akibat adanya pengaruh arus dan angin.

Arus laut tidak hanya bergerak secara mendatar tetapi juga bergerak vertikal. Proses upwelling dipicu oleh besarnya intensitas angin yang berhembus di sepanjang pantai dengan kecepatan tinggi yang menyebabkan massa air laut di permukaan akan bergerak ke arah laut lepas. Akibat bergeraknya massa air tersebut, posisi awal massa air sebelum bergerak mengalami kekosongan dan akhirnya digantikan oleh massa air yang berasal dari bawahnya.

Rendahnya temperatur permukaan laut menyebabkan hilangnya panas dan mengubah iklim local. Air bawah permukaan yang dibawa ke permukaan dari kedalaman 100-200 meter kaya akan nutrien, yang mendukung pertumbuhan. Daerah upwelling ini mendukung pertumbuhan organisme laut yang menyediakan sekitar setengah perikanan dunia (Gross, 1992).

Menurut tempat dan penyebab terjadinya upwelling dibedakan menjadi :

  1. Coastal Upwelling
  2. Equatorial Upwelling

Pada saat angin di perairan pantai bergerak dengan kecepatan 15-25 knot, maka massa air laut yang sangat banyak akan bergerak terdorong, namun akibat adanya pergerakan rotasi bumi menyebabkan terjadinya efek coriolis dan membuat arah angin dan massa air berbelok. Kemudian massa air yang bergerak digantikan tempatnya oleh massa air dingin yang berada pada kedalaman di bawahnya.

Massa air yang naik membawa nutrient yang dapat dimanfaatkan oleh organisme laut yang ada di perairan tersebut. Organisme laut yang biasanya memanfaatkan fenomena upwelling ini adalah plankton. karena plankton akan memanfaatkan unsur hara yang ada menjadi produk yang selanjutnya akan dimanfaatkan oleh organisme lainnya. Oleh karenanya, proses upwelling senantiasa diikuti fenomena blooming plankton.

Upwelling yang terjdi demikian disebut coastal upwelling. Sering terjadi di wilayah subtropis. Sedangkan equatorial terjadi di daerah equator yakni daerah perairan tropis seperti di Indonesia. Seperti halnya coastal upwelling, equatorial upwelling juga disebabkan oleh angin yang berhembus di daerah pantai yang dibelokkan oleh gaya coriolis. Selanjutnya akan terjadi transpor Ekman yaitu proses bergeraknya massa air ke arah laut lepas.

Di selatan ekuator, transport Ekman adalah ke arah kiri terhadap angin pasat tenggara (ke arah barat daya), juga menjauhi ekuator. Sehingga di ekuator terjadi zona divergensi, dimana air di bawah permukaan dibawa ke zona fotik (Gross, 1992).

(sumber : www.e-dukasi.net )
(sumber : http://rageagainst.multiply.com )

Atau dari sumber-sumber :

to be continued


JIMY KALTHER
ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2009

  1. soory..
    will be continued later..

  2. blog yang bagus…menambah ilmu pengetahuan ..!!

  3. knapa Upwelling dan Downwelling system sering identik sengan kejadian La nina atau El nino???

    • karena upwelling sangat dipengaruhi oleh el nino dan la nina, efektivitas upwelling akan berubah ketika di suatu tempat terjadi el nino. akibatnya proses upwelling menjadi tidak stabil..

  4. halo jimmy….

    blognya bagus mudah dimengerti…
    akan tetapi ada satu pertanyaan jim….

    apakah mungkin upwelling dan downlling terjadi di laut Indonesia????

    • Sangat mungkin bang febrian, Upwelling di Indonesia sering terjadi di wallacee (Wallage area) yakni di daerah perairan yang dibatasi oleh garis Wallace di bagian barat dan garis Lydekker di bagian timur. Daerah tersebut memiliki tingkat biodiversitas (keanekaragaman hayati dan biota) yang tinggi, tidak heran banyak biota yang hanya terdapat di daerah tersebut. Daerahnya antara lain, Selat Makassar dan Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, Laut Arafura, dan perairan utara kepala burung dan perairan timur Papua. Satu-satunya lokasi upwelling di luar kawasan Wallacea adalah di perairan selatan Jawa hingga Sumbawa.
      Seperti itu bang febrian..πŸ™‚

  5. setelah saya baca artikel ini, disitu disebutkan upwelling senantiasa diikuti peristiwa blooming fitoplankton, padahal kn tidak mesti bahan yang terangkat ke permukaan adalah nutrien bagi fitoplankton, bisa saja toksin yang terangkat ke permukaan ole up welling, bagaimana itu bisa terjadi?
    thanks y……………

    • Oh maaf Om Rama, perlu saya ralat sedikit, Upwelling seringkali diikuti oleh BLOOMING fitoplankton, tetapi tidak selamanya, artinya, Upwelling dapat pula mengangkat zat toksik dari dasar perairan yang dapat menyebabkan kematian pada organisme laut yang hidup di daerah tersebut. Hal tiu dapat terjadi karena seperti kita ketahui di dalam Oseanografi Kimiawi bahwa di dasar perairan terjadi apa yang disebut Outgassing, yakni peristwa keluarnya gas-gas dan mineral dari dasar perairan, Gas dan mineral tersebut dapat menjadi nutrien ataupun menjadi toksin yang menyebabkan kematian.
      Demikian Om Rama..πŸ™‚

  6. Eh mas jimmy kmana aja ?

    Just visit my blog mas jimmy ,
    I need some critical comment nih dr mas jimmy .

  7. maaf gejala fisik upwelling itu apa? apakah gelombang tinggi atau dengan adanya seperti badai di lautan? seperti tornado misalnya?

    • Begini,upwelling terdiri dari bermagam-magam jenis, setiap jenis mempunyai efek yang berbeda-beda, mungkin gejala fisik seperti yg mas Indera tanyakan tidak terlhat di perairan kita,karena upweling yg terjadi di perairan qt adalah upweling ekuator, tapi ada jenis upweling yg terjadi karena Tropical Cyclone juga, biasanya terjadi apabila angin bertiup kurang lebih 8km/jam. Selebihnya untuk indonesia, upweling hanya dapat di deteksi dari jumlah fitoplankton yg tinggi. Nah maka dari itu, apabila nelayan kita bisa memanfaatkan satelit bisa sangat berguna untuk mengefektifkan daerah tangkapan ikannya..

      begitu mas..πŸ™‚

    • galih
    • Agustus 11th, 2011

    share dong, downwelling terjadi juga karena apa lagi, selain karena suhu massa air di permukaan lebih rendah ketimbang suhu dibawahnya? makasih ganπŸ™‚

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s