Upwelling-downwelling Part 2


Pada posting ini, saya akan melanjutkan deskripsi mengenai upwelling dan downwelling. Upwelling sebelumnya telah dibahas pada Upwelling-downwelling Part 1, maka pada posting kali ini saya ak mengupas mengenai downwelling.

Downwelling adalah suatu fenomena yang terjadi di lautn, dimana massa air dalam jumlah tertentu bergerak turun ke arah lapisan di bawahnya akibat dari hembusan angin di sepanjang garis pantai. Kebalikan dari Upwelling.

Pada prinsipnya, air yang berada di lapisan atas merupakan yang banyak mengandung Oksigen dan organisme planktonik, pada saat terjadi downwelling, Oksigen (gas) dan organisme tersebut terdistribusi ke lapisan di bawahnya yang lebih miskin. Walaupun terjadi distribusi gas dan organisme, namun downwelling hanya berdampak kecil terhadap produktivitas primer di lautan berbeda halnya dengan Upwelling yang berpengaruh besar pada produktivitasdan iklim lautan.

Upwelliing memiliki andil besar dalam setiap prosesnya. Upwelling berdampak cukup signifikan kepada daerah yang mengalaminya, walaupun terkadang dampak tersenut berabeda untuk daerah tertentu. Dalam prosesnya, upwelling membawa massa air yang berasal dari lapisan bawah ke atas, hal ini memungkinkan segala unsur yang terkandung di dalam massa air tersebut ikut terangkat naik. Akibatnya nutrien pun naik ke atas. Nutrien tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai konsumsi fitoplankton. Jumlah nutrien yang berlebihan menyebabkan pertumbuhan fitoplankton yang berlebihan pula. Selanjutnya terjadilah Blooming fitoplankton. Fitoplankton dalam jumlah besar tersebut akan dimanfaatkan kembali oleh organisme yang lebih besar dan tersu berlanjut membentuk rantai makanan yang nantinya akan berpengaruh terhadap jumlah ikan di daerah tersebut.

Selain itu, organisme Meroplanltonik yang hidup melayang di kolom-kolom air, dapat terganggu oleh terjadinya upwelling. Larva-larva tersebut akan terbawa oleh pergerakan massa air yang menyebabkan mereka meninggalkan habitat aslinya. Untuk sebagian Meroplankton yang tidak dapat beradaptasi, maka kemungkinan untuk tetap bertahan sangat kecil. Oleh karenanya, upwelling dapat mengurangi jumlah populasi organisme tertentu di daerah yang mengalaminya.

EL NINO

El Nino adalah fenomena alam dan bukan badai, secara ilmiah diartikan dengan meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya dan secara fisik El Nino tidak dapat dilihat.

kondisi El Nino

(sumber : http://www.e-dukasi.net)

El Nino sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti anak kecil. Peristiwa ini ditandai dengan menghangatnya muka air laut. Pertama kali hal ini disadari oleh nelayan Peru, pada saat itu, terjadi kenaikan suhu muka laut yang abnormal di daerah sekitar Ekuador sampai ke Perairan Peru.

Gilbart Walker yang mengemukaan tentang El Nino dan sekarang dikenal dengan Sirkulasi Walker yaitu sirkulasi angin Timur-Barat di atas Perairan Pasifik Tropis. Sirkulasi ini timbul karena perbedaan temperatur di atas perairan yang luas pada daerah tersebut.

  • Perairan sepanjang pantai China dan Jepang, atau Carolina Utara dan Virginia, lebih hangat dibandingkan dengan perairan sepanjang pantai Portugal dan California. Sedangkan perairan di sekitar wilayah Indonesia lebih hangat daripada perairan di sekitar Peru, Chile dan Ekuador.
  • Perbedaan temperatur lautan di arah Timur – Barat ini menyebabkan perbedaan tekanan udara permukaan di antara tempat – tempat tersebut.
  • Udara bergerak naik di wilayah lautan yang lebih hangat dan bergerak turun di di wilayah lautan yang lebih dingin. Dan itu menyebabkan aliran udara di lapisan permukaan bergerak dari Timur ke Barat.

Inilah yang kemudian disebut dengan angin Pasat Timuran.
(sumber : http://www.e-dukasi.net)

DAMPAK EL NINO TERHADAP UPWELLING

Pada dasarnya, terjadinya kenaikan massa air laut pada proses upwelling tergantung pada tebalnya lapisan massa air laut yang hangat dan dingin. Pada saat terjadi Upwelling massa air laut yang dingin akan naik, dengan adanya El Nino yang menaikkan suhu muka laut, maka proses upwelling kan terganggu dan menjadi tidak biasa.

Upwelling yang sedianya dapat menambah jumlah nutrien pada suatu perairan dan menjadi daerah berkumpulnya organisme laut, tidak berlaku lagi karena efektifitasnya berkuran akibat adanya El Nino.

Demikian penjelasan mengenai Upwelling, Downwelling, dan El Nino. Untuk mengetahui lebih jelas silahkan akse pada sumbersunber di bawah ini.

(sumber : www.e-dukasi.net )
(sumber : http://rageagainst.multiply.com )

Atau dari sumber-sumber :


JIMY KALTHER
ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2009

  1. Upwelling sangat erat kaitannya dengan produktivitas primer peraian. oleh karenanya sangat penting dipelajari…🙂

  2. jim..saya ingin bertanya..adakah daerah terjadinya upwelling di SUMATERA??

    tolong dijawab yah..

    • begini pak hendra, menurut referensi yang saya ketahui, di daerah perairan indonesia upwelling sering terjadi di daerah wallacee (Wallage area) yakni di daerah perairan yang dibatasi oleh garis Wallace di bagian barat dan garis Lydekker di bagian timur. Daerah tersebut memiliki tingkat biodiversitas (keanekaragaman hayati dan biota) yang tinggi, tidak heran banyak biota yang hanya terdapat di daerah tersebut. Daerahnya antara lain, Selat Makassar dan Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, Laut Arafura, dan perairan utara kepala burung dan perairan timur Papua. Satu-satunya lokasi upwelling di luar kawasan Wallacea adalah di perairan selatan Jawa hingga Sumbawa.
      Di daerah Sumatera mungkin saja terjadi upwelling apabila di peraoran tersebut terjadi gejala-gejala alam yang dapat menyebabkan terjadinya upewelling.
      begitu kiranya jawaban saya pak..🙂

  3. Jim,,peranan baik up welling maupun downwelling bagi kelautan di Indonesia apa???

    • Oh, itu pertanyaan yang sangat bagus pak reza, upwelling merupakan salah satu fenomena alam yang memiliki peranan penting bagi perairan, karena upwelling dapat mengangkat massa air yang kaya nutrien dalam jumlah besar sehingga menyediakan stok nutrien yang banyak dan baik bagi perkembangan organisme di suatu perairan. Kehadiran upwelling biasanya diikuti oleh terjadinya blooming fitoplankton, akibatnya terjadi ketersediaan bahan makanan yang melimpah bagi organisme di tingkatan rantai makanan yang lenih tiggi, misalnya ikan dan pemakan fitoplankton itu sendiri. selain itu, blooming fitoplankton dapat menyebabkan produktivitas primer meningkat, hal ini merupakan sutau daya tarik bagi organisme lain untuk menempati daerah tersebut. Artinya, semakin produktif perairan tersebut semakin banyak dan beragan jenis organisme yang hidup dan itu sangat bermanfaat bagi nelayan-nelayan penangkap ikan.
      Namun, TIADA GADING YANG TAK RETAK, walaupun memiliki kelebihan yang sangat bagus untuk manusia, tidak jarang pula upwelling membunuh sebagian besar organisme di perairan tempat terjadinya, bila yang terangkat dalam proses upwellong bukanlah nutrien yang baik namun zat toksik yang sangat berbahaya bagi setiap organisme. Selain itu, upwelling juga berisiko memindahkan sekelompok organisme yang terbawa dalam massa air, ke tempat yang tidak sesuai dengan habitatnya sehingga menyebabkan kematian pada sekelompok organisme itu.
      Kira-kora seperti itu pak..🙂

  4. Begini jim ,
    Jika suatu wilayah perairan telah tercemar oleh zat kimia , logam berat , ataupun tumpahan minyak bumi ,
    Apakah peristiwa upwelling yg berkaitan dengan produktivitas primer ini masih bisa terjadi ?
    Terima kasih .

    • begini mas irman..
      pada dasarnya upwelling adalah sebuah gelaja meteorologi yang diakibatan pengaruh dari angin. dan naiknay massa airnya pun akibat adanya arus yang bergerak. mengenai produktivitas primer, produktivitas primer akan meningkat ketika terjadi upwelling dikarenakan pada saat upwelling ada sebagian besar nutiren yang terangkat ke atas dan dimanfaatkan oleh plankton dan berbagai organisme lain. sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa produktivitas primer adalah laju pembentukan senyawa organik dari senyawa anorganik dengan perantara seperti plankton dan mikro alga atau juga organisme autotrof lainnya, artinya ketika upwelling terjadi di daerah tercemar, tidak ada nutrien yang terangkat, yang ada hanya polutan, sehingga tidak ada bahan yang dapat dibentuk oleh plankton dan organisme lain untuk menghasilkan suatu produk. yang ada mungkin bahan toksik yang dapat membahayakan bagi pertumbuhan organisme tersebut.
      demikian kiranya mas.🙂

  5. asalmualaikum

    what a nice blog

    pertanyaan saya adalah apa pengaruh upwelling terhadap pertumbuhan ikan ,,??

    terimakasih

    • upwelling sangat berperan dalam pertumbuhan ikan, karena pada saat upwelling, nutrient yang terkandung dalam massa air sangat tinggi sehinnga memudahkan ikan untuk memperoleh makanan. secara tidak langsung ikan akan lebih mudah berkembang. Oleh karena itu, proses upwelling juga dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk mencari ikan, dengan cara mengetahui dimana upwelling itu sedang terjadi. karena di mana upwelling itu terjadi maka akan banyak ikan yang terdapat di situ.🙂

  6. jim,,,
    mau tanya…
    kalau upwelling itu pengaruh terhadap biota laut apa????
    dan cara mengurangi upwelling jika terkena limbah bagaimana???makasih

    • pengaruhnya terhadap biota laut sangat beragam bu aisyah..
      pengaruhnya dapat berupa peningkatan produktivitas primer, yaitu peningkatan laju pembentukan senyawa organik dari senyawa anorganik oleh organisme autotrof di suatu perairan. Kondisi seperti itu akan terjadi bila upwelling mengangkat nutrien yang ad di bawah atau di dasar perairan, sehingga menambah pasokan bahan yang dapat digunakan dalam produksi makanan oleh fitoplankton dan organisme lain. Namun, upwelling juga dapat menjadi mala petaka bila bahan yang terangkat bukanlah nutiren melainkan zat toksik yang dapat membunuh organisme yang hidup di daerah tersebut.
      untuk lebih jelasnya silahkan baca kembali posting saya di atas.
      terima kasih..🙂

      oh iya..
      upwelling tidaak dapat dikurangi.. karena ini adalah sebuah fenomena alam.. yang berkehendak terjadi atau tidaknya upwelling adalah Pemilik alam itu ssendiri..😉

    • lintang
    • Januari 5th, 2010

    Tulisannya sudah cukup baik, semoga bisa terus berkarya menghasilkan tulisan-tulisan yang luar biasa.
    Terinspirasi dari tulisan kamu, mengapa pada tahun el nino, ikan tuna lebih mudah ditangkap pada hal ikan tuna hidup pada kondisi SST sekitar 20 ºC?

    • Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada ibu yang telah menyempatkan diri untuk melihat blog saya. Terimakasih juga atas pertanyaannya.

      Begini bu, pada dasarnya ketika terjadi el nino, kondisi lautan menjadi tidak normal. kondisi ini menyebabkan banyak kerugian bagi para nelayan
      sseperti dikutip dari desa sejahtera.org, M. Riza menuturkan bahwa saat terjadi El Nino, air laut dalam yang bersuhu rendah dan kaya akan nutrisi bergerak naik ke permukaan di wilayah dekat pantai atau yang dikenal dengan upwelling. Kondisi ini menyebabkan daerah tersebut menjadi tempat berkumpulnya jutaan plankton dan ikan. Saat El Nino, upwelling justru melemah dan air dengan kandungan nutrisi yang tinggi akan berkurang karena ikan akan mencari makanan di tempat lain sehingga panen nelayan pun berkurang.

      Kondisi el nino juga merupakan fenomena yang aneh, yang dapat menyebabkan penangkapan ikan sangat mudah, tetapi setelahnya menjadi sangat sulit seperti diungkapkan mantan MENTERI KELUTAN DAN PERIKANAN, Freddy Numberi, ”Pengaruh El Nino memang bisa mengakibatkan musim penangkapan ikan menjadi lebih banyak. Namun, nelayan juga harus dipersiapkan untuk menghadapi musim paceklik setelah itu,”. (dikutip dari kiara.or.id

      Untuk tabel persentase jumlah tangkapan ikan pada saat el nino dan la nina, SILAHKAN KLIK DI SINI

      Mengenai penangkapan ikan tuna pada saat el nino yang menjadi lebih mudah dikarenakan pada saat El Nino, ATPL bernilai negatif, SPL relatif dingin (29°C) dan curah hujan tinggi . ATPL negatif selama El Nino berkorelasi dengan
      pendangkalan termoklin sedangkan ATPL positif selama La Nina berhubungan dengan peningkatan kedalaman termoklin .
      Adanya variasi tinggi muka taut secara spasial mempengaruhi kedalaman lapisan termoklin yang merupakan lapisan renang (fishing layer) ikan Tuna Mata Besar . Pendangkalan termoklin akan mengangkat lapisan renang ke permukaan sehingga sebagian besar tali pancing rawai tuna akan berada pada lapisan ini dan peluang tangkapan ikan meningkat .
      Hal ini berkorelasi dengan hasil tangkapan ikan Tuna Mata Besar yang optimal selama El Nino dan minimal selama La Nina.

      Peningkatan hasil tangkapan ikan Tuna Mata Besar terjadi pada wilayah intensifikasi arus, konvergensi, divergensi, pembelokan arus, pola kisaran dan propagasi upwelling gelombang Rossby. Lokasi tangkapan berubah menurut spasial dan temporal . Tahun 1997-1998 berada pada posisi 10° LS -16° LS dan 108°BT -117°BT . Distribusi spasial semakin meluas pada tahun 1999-2000 yaitu pada posisi 9°LS -16°LS dan 106°BT -119°BT . Penelitian ini menyimpulkan
      terdapat banyak lokasi potensi perikanan yang tidak dimanfaatkan secara optimal karena PT.Perikanan Samudera Besar menggunakan sistem konvensional .
      Penentuan lokasi penangkapan sebaiknya berbasis ilmiah dengan memperhatikan faktor oseanografi sebagai indikator pendugaan daerah potensi perikanan .
      DIKUTIP DARI PENGARUH IKLIM REGIONAL TERHADAP DISTRIBUSI SPASIAL IKAN TUNA MATA BESAR
      (Thunnus obesus) DI PERAIRAN SELATAN JAWA DAN BALI

      Begitu kiranya bu, jadi pengaruhnya bukan terdapat pada perbedaan SST, tetapi pada keadaan lapisan termoklinnya.

      Data-data tersebut diambil dari sumber :

      Untuk data yang Valid, KLIK saja pada sumber-sumber di atas.

      TERIMA KASIH
      🙂 😉

    • zein malik
    • April 3rd, 2013

    gan , daerah ip welling current di indonesia itu diperairan mana ya?
    trims

    • Informasi yang pernah saya pelajari, lokasi upwelling di Indonesia rata-rata di daerah perairan timur, seperti Laut Banda, Selat Makassar (bagian selatan), Laut Seram, Laut Arafura. Ada juga yang menyebutkan upwelling bisa terjadi di daerah selatan Jawa.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s