RESUME MATERI EKOLOGI LAUT TROPIS


OLEH :

JIMY KALTHER

230210080049

LINK : DAFTAR ISTILAH EKOLOGI LAUT TROPIS

  1. EKOSISTEM

Secara harfiah atau bahasa Ekosistem berasal dari kata dalam bahasa asing yakni Biogeocoenosis. Biogeocoenosis berasal dari dua kata yaitu Biocoenosis yang  berarti komponen Biotik dan Geocoenosis yang berarti  komponen abiotik.

Sedangkan secara istilah, ekosistem dapat dikatakan sebagai suatu sistem ekologi yang terbentuk akibat adanya hubungan timbal balik antara komponen-komponen biotik dengan komponen abiotik. Dalam sebuah ekosistem, semua komponen memiliki peran dan kerja yang telah terstruktur sebagai sebuah kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Karena adanya peran inilah maka ssatu sama lain sangat bergantung dan saling mempengaruhi.

Berdasarkan sifatnya ekosistem dihuni oleh dua komponen yakni :

  • komponen abiotik yaitu gas, tanah, air dan lain-lain.
  • komponen biotik yaitu semua mahluk hidup yang ada pada ekosistem tersebut.

Berdasarkan Trophic Level atau tingkatan makan-memakan pada rantai makanan, ekosistem memiliki dua komponen yakni :

  • Autotrophic : organisme yang mampu mensistesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil).
  • Heterotropic : menyusun kembali dan menguraikan bahan-bahan organik kompleks yang telah mati ke dalam senyawa anorganik sederhana.

Setiap ekosistem mempunyai kekhasan dan sudah pasti berbeda satu dengan yang lain. Ini dikarenakan oleh beberapa faktor yakni :

  • Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan, hutan musim, hutan savana).
  • Perbedaan letak dari permukaan laut, topografi, dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan, lereng pegunungan yang curam, lembah sungai).
  • Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir, lempung, basah, kering).

Selain akibat adanya faktor-faktor tersebut, ekosistem juga dapat dibedakan berdasarkan proses terjadinya yaitu :

  • Ekosistem alam:  laut, sungai, hutan alam, danau alam, dan lainnya.
  • Ekosistem buatan : sawah, kebun, hutan tanaman, tambak, bendungan (misalnya waduk Jatiluhur).

Berdasarkan tempat atau wilayah ekosistem itu berada, dibedakan menjadi :

  • Ekosistem terestris (daratan)
  1. Ekosistem hutan.
  2. Ekosistem padang rumput.
  3. Ekosistem gurun.
  4. Ekosistem anthropogen atau buatan (sawah, kebun, dan lainnya).
  1. Ekosistem air tawar, misalnya kolam, danau, sungai, dan lainnya.
  2. Ekosistem lautan.
  1. EKOSISTEM LAUT TROPIS

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa ekosistem merupakan sebuah sistem interaksi antara komponen biotik dengan abiotik. Maka dapat disimpulkan bahwa ekologi laut tropis adalah sebuah sistem interaksi komponen biotik dan abiotik yang terjadi di lingkungan laut tropis yakni lingkungan perairan laut yang terdapat pada garis lintang 23,5­­­0 LS – 23,50 LU.

Laut tropik memiliki kekhasan atau karkateristik yang tidak dimiliki oleh laut subtropik. Karakteristik-karakteristk terssebut antara lain :

  • Variasi produktifitas
  1. Laut Tropis: sinar matahari terus menerus sepanjang tahun (hanya ada dua musim, hujan dan kemarau), kondisi optimal bag produksi fitoplankton dan konstant sepanjang tahun.
  2. Laut Subtropis: intensitas sinar matahari bervariasi menurut musim (dingin, semi, panas dan gugur). Tingkat  produktifitas akan berbeda pada setiap musim. Musim semi (tinggi), dingin (sangat rendah).
  3. Laut Kutub: masa produktifitas sangat pendek (Juli atau Agustus), musim panas (fitoplankton tumbuh).
  • Jaring-jaring makanan dan struktur trofik komunitas pelagik berbeda pada tiga daerah geografik (laut tropik, subtropik, kutub).
  • Secara umum terdiri dari algae, herbivora, penyaring, predator dan predator  tertinggi
  • Jumlah dan jenis masing-masing tingkat trofik berbeda, yaitu laut tropik yang paling banyak, diikuti oleh laut subtropik dan terakhir laut kutub.
  • Laut Tropik : predator  tertinggi (tuna, lansetfish, setuhuk, hiusedangdanhiubesar), predator lainnya : cumi-cumi, lumba-lumba.
  • LautSubtropik : predator  tertinggi (lumba-lumba, anjing laut dan singa laut, paus, burung-burung laut), predator lainnya : salem, cumi-cumi.
  • LautKutub : predator  tertinggi (paus), predator lainnya: anjing laut, singa laut.
  1. NICHE (RELUNG)

Dalam sebuah ekosistem, setiap mahluk hidup memiliki peran tersendiri yang merupakan profesinya di dalalam ekosistem tersebut. Konsep yang tidak hanya menekankan pada masalah tempat dimana ekosistem terbentuk dikenal dengan nama relung atau niche. Selain tempat dimana ekosistem terbentuk, niche juga menitikberatkan masalah profesi mahluk hidup dalam ekosistem dan posisinya pada gradient lingkungan.

Niche meliputi juga apa yang dikerjakan mahluk hidup sebagai salah satu komponen ekosistem.

Dalam sebuah ekosistem yang terdapat beberapa populasi di dalamnya, maka akan terjadi interaksi antara individu dan populasi tersebut. Hubungan tersebut disebut hukum interaksi. Hukum interaksi tersebut meliputi :

  • Interaksi netral yaitu hubungan yang saling tidak berpengaruh satu sama lain. Misalnya hubungan antara kambing dan tikus.
  • Interaksi kompetisi yaitu hubungan antara komponen ekosistem yang saling bersaing satu sama lain untuk tujuan yang sama. Misalnya kerbau dan kambing yang sama-sama bersaing mengkonsumsi rumput. Atau harimau dan singa yang sama-sama berburu mangsa.
  • Interaksi predasi yaitu hubungan dimana terjadi peristiwa memangsa dan dimangsa antara komponen ekosistem. Misalnya harimau memangsa kijang.
  • Interaksi simbiosis mutualisme yaitu hubungan antar komponen ekosistem yang saling menguntungkan satu sama lain. Misalnya hubungan antara kerbau dengan burung yang memakan kutu di tubuh kerbau, kerbau diuntungkan dengan tidak adanya kutu dan burung diuntungkan karena mendapat makanan.
  • Interaksi simbiosis komensalisme yaitu hubungan antar komponen ekosistem dimana salah satu pihak diuntungkan, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan dan tidak pula dirugikan. Misalnya hubungan antara anggrek yang menempel pada tumbuhan.
  • Interaksi simbiosis parasitisme yaitu hubungan antar kompoen ekosistem dimana salah satu pihak diuntungkan, sedangkan pihak lain dirugikan. Misalnya hubungan antara benalu dan tumbuhan.
  • Hubungan antibiosa atau amensalisme yaitu hubungan antar komponen ekosisem dimana salah satu pihak dapat mengahmbat kehidupan yang lain. Misalnya hubungan antara alelopaty dari gulma.

Dalam sebuah ekosistem juga dikenal istilah suksesi. Suksesi dibagi menjadi dua yakni :

  • Suksesi primer, organisme mulai menempati wilayah baru yang belum ada kehidupan contohnya delta.
  • Sekunder, terjadi setelah komunitas yang ada menderita gangguan yang besar sebagai contoh sebuah komunitas klimaks (stabil) hancur karena terjadinya kebakaran hutan.

Ada tidaknya sebuah ekosistem dipengaruhi oelh faktor-faktor tertentu, faktor-faktor inilah yang menentukan apakah ekosistem akan tetap terjaga kelangsungannya atau tidak. Faktor-faktor yang dimaksud di atas disebut faktor pembatas.

Faktor pembatas dalam sebuah ekosistem adalah sebagai berikut :

  • Proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup pada dasarnya akan dipengaruhi dan mempengaruhi faktor-faktor lingkungan, seperti cahaya, suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan maksimum.
  • Dalam ekologi tumbuhan faktor lingkungan sebagai faktor ekologi dapat dianalisis menurut bermacam-macam faktor. Satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut dikatakan penting jika dapat mempengaruhi atau dibutuhkan, bila terdapat pada taraf minimum, maksimum atau optimum menurut batas-batas toleransinya.
  • Tumbuhan untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas.
  • Pada dasarnya secara alami kehidupannya dibatasi oleh : jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien, suhu udara) sebagai kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan.
  1. SIKLUS BIOGEOKIMIA

Setiap mahluk hidup yang ada di bumi ini, tersusun atas materi. Dalam proses kehidupan dalam subuah ekosistem, materi yang menyusun mahluk hidup ini dapat mengalir dan dimanfaatkan oleh organisme lain. Aliran materi ini berhubungan dengan sistem rantai makanan yang terjadi dalam ekosistem tersebut. Artinya, apabila suatu organisme mati, maka materi yang menyusunnya akantetap mengalir dalam rantai makanan dan dimanfaatkan oleh organisme lain. Sistem aliran materi in berlangsung  terus-menerus sehingga dapat sikatakan sebuah siklus atau daur.

Biogeokimia adalah perubahan dari biosfer yang hidup dan tak hidup yang menyangkut materi. Siklus biogeokimia atau siklus organik anorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik.

Siklus biogeokimia ini berperan dalam mengembalikan setiap unsur yang menyangkut materi telah terpaka dan menjadikannya dapat dipakai kembali oleh mahluk hidup. Dalam prosesnya siklus ini melibatkan juga organisme-organisme itu sendiri. Unsur-unsur yang terlibat dalam siklus biogeokimia ini hanya sebagian dari sekian banyak unsur yang terdapat di dunia. Dan dalam kehidupan, hanya 30-40% unsur dari kurang lebih 114 unsur yang ada dan diketahui.

Siklus biogeokimia ini melibatkan materi, dalam hal ini materi tersebut dapat juga berupa nutrien. Nutrien-nutrien inilah yang dimanfaatkan oleh mahluk hidup sebagai salah sau sumber energi untuk tubuhnya. Nutrien masuk ke laut melalui beberapa cara yaitu :

  • Weathering
  • Atmospheric Input
  • Biological Nitrogen Fixation
  • Immigration

Selain dapat masuk ke lingkungan perairan, nutrien juga bisa keluar meninggalkan lingkungan perairan yaitu dengan cara :

  • Erosion
  • Leaching, intrusi
  • Gaseous Losses, pembuangan berupa gas
  • Emigration and Harvesting

Diantara beberapa unsur yang senantiasa dimanfaatkan oleh mahluk hidup di muka bumi ini, ada beberapa unsur yang sangat dominan dan penting sekali dalam kehidupan organisme. Unsur-unsur tersebut adalah :

  • Nitrogen
  • Fosfor
  • Oksigen
  • Karbon

Setiap unsur penting tersebut mempunyai siklus masing-masing yang berbeda satu sama lain.

  1. Siklus Nitrogen

Nitrogen berjumlah hampir mencapai 80% di Atmosfer. Bentuk atau komponen Nitrogen di atmosfir dapat berbentuk ammonia (NH3), molekul nitrogen (N2), dinitritoksida (N2O), nitrogenoksida (NO), nitrogendioksida (NO2), asamnitrit (HNO2), asamnitrat (HNO3), basaamino (R3-N) dan lain-lain. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/petir (elektrisasi). Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ionnitrit (N02-), dan ionnitrat (N03-).

  1. Siklus Fosfor

Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfatorganik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi.

  1. Siklus Oksigen dan Karbon

Merupakan siklus biogeokimia yang terbesar. Ada 3 hal yang terjadi pada karbon:

  • Tinggal dalam tubuh,
  • Respirasi oleh hewan
  • Sampah/sisa

45% digunakan untuk pertumbuhan, 45% untuk respirasi, dan 10% untuk DOC, Karbon masuk ke perairan melalui proses difusi.

  1. PENGELOLAAN SUMBER DAYA PESISIR DAN  LAUTAN SECARA TERPADU

Sumber daya pesisir dan lautan merupakan salah sektor yang memerlukan manajemen atau pengelolaan yang baik. Agar eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya pesisir dan lautan dapat membuahkan hasil yang maksimal. Atas dasar pemikiran tersebut maka dibuatlah sebuah sistem pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan secara terpadu (Integrated Coastal Zone Management).

Integrated Coastal Zone Management adalah Pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh. (Sorensen & Mc Creary dalam Dahuri 2001).

Indonesia memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang luar biasa yakni :

  • Indonesia merupakan negara kepulauan (sekitar 17.000 buah pulau)
  1. Wilayah pesisir dan laut luas (3,1 km2 dan ZEE 2,7 km2)
  2. Garis pantai memuat habitat pantai yang sangat bervariasi, 81 km, kedua terpanjang setelah Canada
  3. Terumbu karang (600 dari 800 spesies)
  4. Mangrove (40 spesies mangrove sejati dari 50 spesies)
  5. Lamun (12 spesies)
  6. Rumput Laut (56 spesies)
  7. Ikan (6,6 juta ton/tahun)
  • Terumbu karang menyediakan berbagai barang dan jasa untuk makanan dan mata pencaharian, pariwisata, sumber bahan obat dan kosmetik, habitat Perlindunga dan bertelur.
  • Mangrove dapat berperan sebagai nursery ground, spawning, dan feeding ground  banyak spesiesikan dan udang dan memberikan perlindungan terhadap gelombang.
  • Lamun/seagrass berperan sebagai nursery ground, daerah pencarian makan bagi mamalia laut .
  • Rumput laut/seaweed berperan sebagai bahan pangan dan obat-obatan.

PESISIR DAN LAUTAN

Pesisir adalah Wilayah peralihan antara laut dan daratan, ke arah darat mencakup daerah yang masih terkena pengaruh percikan air laut atau pasang, dan ke arah laut meliputi daerah papaan benua. Perencanaan dan Pengelolaan Wilayah Pesisir Secara Sektoral oleh satu instansi pemerintah untuk tujuan tertentu misal perikanan, konflik kepentingan. Perencanaan Terpadu: mengkoordinasikan mengarahkan berbagai aktivitas kegiatan. Terprogram untuk tujuan keharmonisan, optimal antara kepentingan lingkungan, pembangunan ekonomi dan keterlibatan masyarakat, pengaturan tataruang.

Lautan, merupakan satu kesatuan dari permukaan, kolom air sampai ke dasar dan bawah dasar laut. Di luar batas wilayah teritorial (3 sampai 12 mil) sbagai wilayah laut. Estuaria adalah teluk di pesisir yang sebagian tertutup, tempat air tawar dan air laut bertemu dan becampur

  1. EKOSISTEM DI LAUT TROPIS
    1. Ekosistem Terumbu Karang

Luas terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2% saja yang kondisinya baik. Tekanan terhadap keberadaan terumbu karang sebagian besar diakibatkan oleh kegiatan manusia. Kerusakan terumbu karang banyak ditentukan oleh aktivitas di daratan.

Terumbu karang berperan penting bagi pertumbuhan sumberdaya perikanan (sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground and nursery ground). Mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi). Sebagai daya tarik wisata bahari. Secara global terumbu karang berfungsi sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut. Sebagai penyerap karbondioksida dan Gas Rumah Kaca (GRK) lainnya.

Untuk dapat hidu di suatu perairan, karang meiliki standar tertentu untuk perairan tersebut yaitu :

  1. Air dengan transparansi tinggi (jernih)
  2. Suhu air yang berkisar antara 23 – 32 derajat celcius
  3. Kedalaman perairan kurang dari 40 m
  4. Salinitas yang berkisar antara 32 – 36 per mil
  5. pH 7,5 – 8,5
  6. Ekosistem Padang Lamun

Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya terbenam di dalam laut. Padang lamun ini merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang  tinggi. Fungsi ekologi yang penting yaitu sebagai feeding ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang.

Kondisi lamun di perairan indonesia terancam oleh beberapa aktivitas seperti :

  1. Pengerukan dan pengurugan dari aktivitas pembangunan (pemukiman pinggir laut, pelabuhan, industri dan saluran navigasi)
  2. Pencemaran limbah industri terutama logam berat dan senyawa organoklorin
  3. Pembuangan sampah organik
  4. Pencemaran limbah pertanian
  5. Pencemaran minyak dan industri
  6. Ekosistem Mangrove

Hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut. Luas hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terluas di dunia (2,5-3,5 juta Ha,18-23 % luas mangrove di dunia dan lebih luas dari Brasil).

Fungsi ekologis:

  1. Sebagai peredam gelombang (termasuk gelombang tsunami), angin dan badai
  2. Melindungi daerah pantai dari bahaya abrasi
  3. Sebagai penyerap nutrien organik, penahan lumpur dan perangkap sedimen
  4. Penghasil detritus yang merupakan hasil dekomposisi dari serasah mangrove
  5. Sebagai daerah asuhan, mencari makan dan berkembangbiak ikan, udang dan hewan liar lainnya
  6. Bentuk Pengelolaan (manfaat dan konservasi): Silvofishery, minawana. Banyak berkembang di Jawa dan Sulawesi Selatan

Fungsi ekonomi : sebagai penghasil kayu untuk bahan bangunan, kayu bakar, bahan baku arang, tanin, obat-obatan, energi/biofuel, dan pariwisata.

UNTUK MATERI LENGKAPNYA BISA DIDOWNLOAD DI SINI : materi 1, materi 2, materi 3, materi 4

  1. April 15th, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s