STOK


PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN

Karaktersitik lainnya dari sumberdaya Ikan adalah bersifat “open access” dan “common property.” Artinya pemanfaatanya bersifat terbuka, oleh siapa saja, dan kepemilikannya bersifat umum Sifat ini menimbulkan beberapa konsekwensi, a.l.:
a. Tanpa adanya pengelolaan akan menimbulkan gejala eksploitasi berlebihan (overexploitation), investasi berlebihan (overinvestment) dan tenaga kerja berlebihan (overemployment);
b. Perlu adanya hak kepemilikan (property rights), misalnya oleh negara (state property rights), oleh komunitas (community property rights), oleh swasta/perseorangan (private property rights).
c. Sifat lain dari sumberdaya ikan adalah: mampu pulih, dapat diperbaharui, mampu memperbaharui diri (renewable, replenishable), dan kadang-kadang dapat bersifat menipis, kelelahan (depletable, exhaustible).

Konsep Keseimbangan Stok atau Konsep MSY

M+Y) = (R+G), maka B2 = B1, ini berarti stok berada dalam keadaan seimbang, atau merupakan keadaan ideal yang ingin dicapai dalam pengelolaan perikanan;

Underfishing dan Overfishing

Kurva sebelah kiri titik (M+Y)=(R+G) menunjukkan keadaan-keadaan dimana (M+Y)<(R+G) yang menghasilkan B2(R+G) sehingga B2>B1. Dalam hal ini dikatakan bahwa stok ikan ada dalam keadaan tangkap lebih (overfishing).

Gejala Overfishing

Komposisi hasil tangkap (catch) menunjukkan lebih banyak individu-individu muda dari pada individu dewasa dan tua;
“hasil tangkap per unit upaya” (“catch per unit of effort”, CPUE) makin menurun dengan meningkatnya upaya tangkap (fishing effort).

Tindakan Pengelolaan

Secara umum melaksanakan pengelolaan lingkungan (environmental management)
Secara khusus melindungi bagian-bagian perairan yang digunakan ikan sebagai jalur migrasi untuk memijah atau tumbuh menjadi besar.
Secara khusus melindungi perairan-perairan yang digunakan sebagai tempat- tempat berpijah atau tempat-tempat anak ikan tumbuh besar.
Mencegah penangkapan telor dan larvae ikan serta ikan-ikan juvenil.

Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)

Untuk kepentingan pengelolaan sumberdaya ikan, perairan Indonesia dibagi menjadi 10 wilayah pengelolaan perikanan (WPP), yaitu: (1) WPP Selat Malaka, (2) WPP Laut Cina Selatan, (3) WPP Laut Jawa, (4) WPP Laut Flores-Selat Makasar, (5) WPP Laut Banda, (6) WPP Laut Arafura, (7) WPP Teluk Tomini dan Laut Maluku, (8) WPP Samudera Pasifik dan Laut Sulawesi, (9) WPP Samudera Hindia A (Barat Sumatera), (10) WPP Samudera Hindia B (Selatan Jawa-Nusa Tenggara).

Tujuan Pengelolaan

1.menjaga kelestarian produksi terutama melalui berbagai regulasi serta tindakan perbaikan (enhancement);
2.meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial nelayan;
3.Memenuhi keperluan industri yang memanfaatkan produksi tersebut.

Pengkajian Stock vs Pengelolaan Perikanan

-Stock Assessment diperlukan untuk membantu pihak pengelola perikanan dalam memilih alternatif kebijakan dengan memberikan bukti-bukti ilmiah.
-Dengan demikian, stock assessment harus didukung oleh data yang akurat, dapat dipercaya dan tepat waktu yang datang dari seluruh stakeholder.
-Stock assessment tanpa didukung oleh data yang akurat dan dapat dipercaya tidak lebih dari sekedar tebak tebakan

Metode Pengkajian Stok

Secara umum ada dua kelompok utama model-model yang digunakan dalam pengkajian stok, yaitu:

1. Model Holistik: – Model Produksi Surplus (Surplus Production Model)
2. Model Analitik: – Model Yield per Recruit

Model Produksi Surplus menggunakan “hasil tangkapan per satuan upaya” (misalnya berat ikan yang tertangkap per jam tarikan trawl) sebagai masukan. Data tersebut biasanya meruapakan data runtun waktu tahunan dan berasal dari hasil penarikan contoh perikanan komersial. Modelnya didasarkan atas asumsi bahwa biomassa ikan di laut proporsional dengan hasil tangkapan per unit upaya

Tujuan: Menentukan tingkat upaya optimum, yaitu suatu upaya yang dapat menghasilkan suatu hasil tangkapan maksimum yang lestari tanpa mempengaruhi stok dalam jangka panjang (MSY).

Metode Pengkajian Stok Lainnya

Metode Sensus (Metode Penghitungan Langsung)
Digunakan untuk mendapatkan estimasi ukuran populasi absolut
Metode ini dilaksanakan dengan cara menghitung jumlah individu dalam bagian tertentu dari wilayah yang dihuni oleh stok yang bersangkutan.

Metode Luas Sapuan (Swept Area Method)
Untuk menentukan densitas sumber perikanan demersal;
Menggunakan data dari hasil survei penangkapan dengan menggunakan trawl;

Metode Akustik (Acoustic Method)
Untuk menentukan densitas sumber perikanan pelagis;
Menggunakan data dari hasil survei penangkapan dengan menggunakan “acoustic instruments” (fish finder, echosounder, sonar);
Prinsip: Gelombang suara dapat merambat dengan baik dalam air laut dan gema yang dipantulkannya dapat dicatat oleh suatu “recorder.”

PENGKAJIAN STOK IKAN BERUAYA

KONSEP STUDI RUAYA
Tiga jenis pergerakan ruaya
hanyut dengan arus, Pergerakan – pergerakan lokomotor acak, Pergerakan -pergerakan lokomotor berorientasi.
kebanyakan ruaya yang sebabkan bias : gerakan – gerakan horizontal, sepanjang pantai, di pantai/lepas pantai, antara sungai – sungai, daerah laut.
Ruaya yang sebabkan bias diklasifikasikan dalam 5 jenis utama :
1. ruaya tegak lurus harian
2. ruaya horizontal harian
3. ruaya untuk memijah
4. ruaya vertikal menurut ukuran
5. ruaya horizontal menurut ukuran
6. ruaya yuwana
BIAS karena Ruaya
1. Percaya bahwa seluruh stok berada pada daerah penangkapan sepanjang tahun
2. Pendugaan parameter pertumbuhan
3. Tidak ada ikan kecil karena seleksi alat
4. Pertumbuhan negatif
5. Ikan pada daerah penangkapan sama sepanjang waktu

SELECTIVITY OF FISHING GEAR

Tidak semua alat tangkap dapat menangkap ikan pada semua ukuran

alat tangkap mempunyai selektivitas yang beda

 Trawl = jumlah ikan kecil yang tertangkap < ikan besar
 gill net = ikan sangat kecil & besar tidak tertangkap
 pancing = memperoleh kisaran ukuran tertentu

REKRUTMEN

DEFINISI
Umum → Rekrutmen = penambahan anggota baru ke dalam suatu kelompok
Khusus →Rekrutmen = penambahan anggota baru ke dalam suatu populasi
Perikanan → Rekrutmen = penambahan suplai baru ke dalam stok lama yang sudah ada dan sedang dieksploitasi:
-ikan yang dapat ditangkap = eksploitable
-ikan secara menyeluruh
-induk yang matang telur
Rekrutmen adalah hasil reproduksi, sehingga ada hubungan antara stok dewasa dan rekrutnya.
-Eksploiter → Rekrutmen : masuknya ikan-ikan muda ke dalam populasi yang terbuka untuk dieksploitasi.
-Manajer perikanan → Rekrutmen : total persediaan induk

MACAM-MACAM REKRUTMEN
Aziz ’89 :
1. Rekrutmen ke suatu stok
2. Rekrutmen ke suatu stok yang dapat ditangkap
3. Rekrutmen ke suatu stok dewasa

HUBUNGAN STOK DENGAN REKRUTMEN

Jika tidak ada spawner maka tidak ada rekrutmen
Semua populasi mempunyai kemampuan untuk tumbuh.
Jika stok dewasa sedikit → rekrut rendah.
Jika stok dewasa banyak → rekrut rendah

KONSEP KESEIMBANGAN STOK

Muncul krn kesadaran akan terbatasnya biomassa stok ikan kuantitas stok sebenarnya terbatas dan bahkan dapat punah sama sekali jika tidak dieksploitasi dengan hati-hati

biomassa sebuah stok akan tetap stabil dalam suatu periode tertentu bila dalam periode tsb penambahan biomassa stok sama dengan pengurangan biomassa stok

Eksploitasi berlebih

Growth Overfishing=Ikan tertangkap sebelum mencapai ukuran yang dapat mendukung
biomasa=total tangkapan menurund dengan bertambahnya upaya.
Recruitment Overfishing=Ikan muda tertangkap-stok induk menurun sampai tingkat yang sangat rendah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s